Kamis, 10 Oktober 2013

Lada

Perakitan Varietas Lada Hibrida Tahan terhadap BPB

INOVASI PERKEBUNAN – Penelitian Perakitan Varietas Lada Hibrida Tahan Terhadap Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) terdiri dari dua Kegiatan yaitu: (1) Seleksi lada hibrida terhadap penyakit BPB di daerah endemik ini dilaksanakan di Lampung Timur, pada bulan Januari sampai Desember 2009. (2) Penelitian uji adaptasi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang. (1) Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang ditanam tahun 2004. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan perlakuan 20 nomor lada hibrida dan 2 varietas lada pembanding (Natar 1 dan Petaling 1), ditanam dengan tiga ulangan. Masing – masing plot terdiri dari 9 tanaman dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m, plot berukuran 2,5 m x 22,5 m. (2) Penelitian uji adaptasi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Phytophthora capsici, untuk mendapatkan lada hibrida yang tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang telah dilakukan sejak tahun 2005/2006 (tanam Desember 2005). Pengujian dilakukan di tiga lokasi yaitu KP. Sukamulya (Jabar), KP. Cahaya Negeri (Lampung) dan KP. BPTP Babel (Bangka). Nomor-nomor yang diuji adalah 10 nomor lada hibrida (LH 4-5-5, LH 20-1, LH 22-1, LH 44-9, LH 6-2, LH N2 x BK (1), LH 37 –16, LH 36-31, LH 63-5, LH 51-2 dan 2 varietas pembanding (Petaling 1 dan Natar 1). Pada tahun 2008 Penelitian di KP Sukamulya dan di KP Babel (Bangka) atas usul tim monev Puslitbang Perkebunan dan Balittri untuk dihentikan dan disarankan untuk ditanam ulang di Lampung Timur dan Lampung Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan, 25 tanaman per petak dengan jarak tanam 2.5 x 2.5 m. Rancangan Percobaan pada penelitian yang di ulang di Lampung Timur dan Lampung Selatan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan, 25 tanaman per petak dengan jarak tanam 2.5 x 2.5 m.
Nomor-nomor yang diuji adalah 4 nomor lada hibrida (LH 4-5-5, LH 6-2, LH N2 x BK (1), dan LH 37 –16) dan satu varietas pembanding yaitu Natar1. Penanaman menggunakan tegakan hidup yaitu tanaman gamal. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi (tinggi tanaman, jumlah cabang primer, sekunder, panjang cabang primer, sekunder, jumlah daun/cabang primer, panjang, lebar, tebal daun dan diameter batang.

Hasil Penelitian
(1) hasil seleksi tingkat ketahanan nomor – nomor lada hibrida terhadap penyakit BPB sampai umur 5 tahun, bahwa lada hibrida LH 36 – 37; LH 51 – 1; LH 36 – 1 ; LH 37 – 16; LH 20 – 4 ; dan LH 24 – 1 (1) masih 100 % tahan terhadap penyakit BPB. Nomor lada hibrida tersebut dikatagorikan tahan terhadap penyakit BPB. Nomor – nomor lada hibrida tersebut mempunyai jumlah cabang pada 50 cm tinggi tajuk lebih banyak dari Natar 1 dan memiliki panjang buku yang relatif sama dengan pembanding Natar 1 dan Petaling 1. Lada Hibrida LH 36 – 1 dan LH 20 – 4 mempunyai tinggi tanaman dan tinggi tajuk tajuk lebih tinggi dari Natar 1, sedangkan panjang dan lebar daun pada lada hibrida 36 – 1 dan LH 24 – 1 (1) lebih lebar dan tinggi dai Natar 1 dan Petaling 1.  Produksi Lada hibrida pada buah panen pertama LH 20 – 4 ; LH LH 5 – 1 dan LH 37 – 16 masing – masing mencapai 1943,3 gr; 1730,7 gr; dan 1530 gr/pohon; panjang malai buah lada hibrida LH 20 – 4 dan LH 51 – 1 hampir sama dengan pembandingnya, untuk berat buah 1000 butir lada hibrida LH 51 – 1 lebih berat dari pembading Natar 1. (2) dari pengamatan pada tanaman yang berumur 4 tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang terbaik di KP. Cahaya Negeri adalah Petaling 1 dan Natar 1 masing – masing memiliki rata – rata tinggi tanaman 3,81 m dan 3,79 m sedangkan LH 4 – 5 – 5 dan LH 6 – 2 memiliki rata – rata tinggi tanaman 2,72 m dan 3, 58 m. LHN2 x BK(1) dan LH 37 – 16 memiliki rata – rata tinggi tanaman 2,96 m dan 2,99 m. Semua nomor lada hibrida yang diuji tahan terhadap penyakit BPB. Produksi buah basah pada panen pertama LH 4 – 5 – 5; LH 6 – 2; LH N2 x BK (1) masing – masing memiliki 690 grm/pohon; 658,3 grm/pohon; 513,3 grm/pohon. Petaling 1 dan Natar 1 pada panen pertama mencapai produksi masing – masing 688 grm/pohon dan 586,7 grm/pohon. LH 36 – 31 pada panen pertama mencapai 1003,3 grm/pohon. Di Lampung Timur dan Lampung Selatan LH 4 – 5 – 5 ; LH N2 x BK(1); dan LH 37 – 16 memiliki rata – rata tinggi tanaman lebih tinggi dibanding rata – rata tinggi tanaman Natar 1 pada umur 9 bulan.




















Natar 1                                      Petaling 1
Gambar: Pertumbuhan nomor-nomor lada hibrida dan pembandingnya umur 5 tahun.

potensi gunung niut

hery kutip dokument orang Gunung Niut adalah sebuah Pegunungan yang unik dan eksotik. Di kaki Bukit Gunung ini bertebaran pemukiman penduduk yang didominasi mayoritas Etnis Dayak Bidayuh, Dayak Bengkawat’Nt dan Dayak Bakati’k. Salah Satu dari Keunikan yang menjadi kearifan lokal adalah bahasa lokal setempat (perkampungan di bawah Gunung Niut-Red) dengan penuturan unik seperti Kicauan Burung. Meski tampaknya satu rumpun tetapi di setiap perkampungan, memiliki perbedaan bahasa serta penuturan yang berbeda dari Suku Dayak pada umumnya. Keajaiban ini nyata ketika mereka berkomunikasi, namun saling mengerti walaupun berbicara dengan dialek masing-masing kelompok. Bahasa Bengkawat’n dan “Bahasa Bajob’M’ misalnya ketika diucapkan terdengar seperti melalui tenggorokan dan hanya sedikit saja penuturan menggunakan lidah. Bahasa serta penuturan tersebut sebenarnya perlu dilestarikan karena merupakan kearifan lokal serta kekayaan budaya yang tidak ternilai. Daerah Pegunungan Niut pada umumnya adalah bagian dari kelompok Binua HLiboey. salah Satunya adalah Dusun Bumbung, Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Sayangnya, tak banyak, yang mengenal Bumbung, daerah yang berada di kaki Gunung Niut ini banyak menyimpan kisah dan sejarah menarik mengenai kehidupan orang-orang terdahulu. Tidak ada alternatif lain menuju Daerah Bumbung, selain melalui transportasi Sungai menelusuri Sungai Biang menggunakan perahu tempel (speed boad) dengan jarak tempuh berkisar 4 Jam perjalanan Sungai. Akses transportasi darat menuju daerah ini masih melalui jalan setapak, sebab pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan belum ada. Dusun Bumbung terkesan tersembunyi, meskipun sudah dimekarkan menjadi sebuah Desa, yakni Desa Bengkawan, namun Bumbung tetap menjadi pelabuhan ternama sebagai pusat perdagangan sejak Zaman Saomokil hingga sekarang. Pelabuhan Bumbung menurut Ayul Kibli, selaku Kepala Desa Bengkawan menuturkan jika pelabuhan tersebut masih dikenal masyarakat setempat hingga sekarang. Disampaikannya, pelabuhan Bumbung berdasarkan sejarah merupakan pusat persinggahan para pedagang (Saumokil-Red) yakni perdagangan sebagai pertukaran barang (Barter-Red). “Kampung Bumbung dulunya tempat persinggahan para Saumokil,” Kata Ayul Kibli yang sudah menjabat selaku Kepala Desa Dua periode. Berdasarkan sejarah, Dusun Bumbung juga merupakan Tempat persinggahan para pedagang asal Sambas (Laut-Red) yang menjual beberapa keperluan bahan pokok bagi warga dari pegunungan yang akan berbelanja. Kedatangan mereka herasal dari berbagai perkampungan seperti Kampung Tengon, Tokot, Kambih, Sungkung, Tamong dan Tawang. Berawal dari ekspansinya para pedagang ini sehingga dalam kurun waktu yang relatif singkat, mereka (Laut-Red) membuat permukiman sementara (Parok’Ng) yang akhirnya menjadi sebuah perkampungan Melayu yang disebut Bumbung. Perkawinan silangpun tidak terelakan, membaur hingga beranak pinak. Tidak heran jika Dusun Bumbung walaupun mayoritas Dayak tetapi menganut Agama Islam yang dinamakan (masok Laut-Red). Walaupun berbeda keyakinan, namun keberadaban warga Bumbung masih menghormati Adat istiadat dan Budaya yang . menjadi kearipan lokal. Dusun Bumbung Desa Bengkawan .ini merupakan perkampungan dengan cerita unik, karena menyimpan banyak.sejarah dan budaya seperti rumah Adat Balug pertama didirikan di Benua HLiboy yakni Rumah Adat Balug Kambih. Balug ini memiliki Ciri khas tersendiri karena tidak memiliki ruangan dan dipisahkan oleh pembatas, atapnya terbuat dari Daun Rumbia (Sagu) dan memiliki Dua pintu yang menghadap kebarat dan timur. Hanya saja di depan Masing-masing pintu terdapat serambi sebagai tempat musyawarah dalam setiap penyelesaian masalah yang berhubungan dengan adat-istiadat. Rumah Adat Balug Kambih juga dibuat tanpa menggunakan paku, sungguh kearifan lokal yang luar biasa. Sejarah rumah adat Balug yang pertama terdapat di Dusun Kambih, hanya saja belum dikenal oleh masyarakat luas, tetapi paling tidak Desa Bengkawan menjadi tempat bersejarah,”ungkap Kibli mengakhiri pembicaraannya.

informasi gunung niut

Gunung Niut adalah sebuah Gunung yang terletak di negara Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki ketinggian 1701 meter, atau setara dengan 5581 kaki. Dataran tinggi berbentuk Gunung yang bernama Gunung Niut ini berada di wilayah Asia. Apabila anda memiliki uang serta keberanian yang cukup anda bisa mengunjungi Gunung Niut di Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat, Asia untuk melakukan pendakian maupun sekedar menikmati pemandangan alamnya (selama diijinkan oleh pemerintah setempat). Gunung Niut merupakan ciptaan Tuhan yang sempurna, kokoh dan indah yang harus kita syukuri dan kita pelihara. Informasi Lebih Rinci (Detil) Gunung Niut : Nama : Gunung Niut Nama Internasional : Mount Niut Bentuk / Nama Lain : - Ketinggian : 1701 meter / 5581 kaki Negara : Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat Wilayah / Benua : Asia Keterangan Wilayah : Pulau Kalimantan (Borneo) Huruf Awal Nama : N Tipe / Jenis : Gunung Peringkat Ketinggian (Dunia) : Belum Tersedia Koordinat Peta : Belum Tersedia Penonjolan (meter) : Belum Tersedia Informasi Tambahan : Kabupaten Sambas Keterangan : - Sumber Data : Wikipedia, dan sumber internet lainnya Poin Penting / Kesimpulan dari Gunung Niut : Kesimpulan 1 : Gunung Niut berada di negara Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat di daerah Asia Kesimpulan 2 : Tinggi / Ketinggian Gunung Niut adalah 1701 meter atau 5581 kaki Kesimpulan 3 : Gunung Niut adalah merupakan dataran tinggi berupa Gunung Kesimpulan 4 : Secara internasional Gunung Niut bernama Mount Niut Kami minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan maupun kekurangan pada informasi Gunung Niut ini. Semoga info singkat tentang Gunung Niut ini membawa manfaat untuk semua. Apabila anda memiliki komentar, tambahan, pengalaman, koreksi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Gunung Niut dipersilahkan menuangkannya lewat isian komentar di bawah ini. Terima kasih.

Gunung Niut

Gunung Niut merupakan salah satu gunung yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Bengkayang, Kecamatan 17, yang terletak tepatnya di Desa Pisak, Dawar Lama. Gunung yang alami ini membuat pengunjung dari berbagai daerah ingin datang untuk mendakinya,terlebih orang-orang yang sangat mencintai alam,Sebut saja MAPALA,SISPALA dan masih banyak lagi.Gunung Niut ini menurut blog orang yang saya baca,Gunung ini merupakan gunung yang tertinggi di daerah Kalimantan Barat.
Gunung Niut memberikan kekayaan alam yang cukup beragam dari tumbuhan-tumbuhan alam yang masih alami yang tidak boleh disentuh oleh tangan-tangan yang  jahil,karena gunung Niut ini merupakan cagar alam yang masih di lestarikan di daerah Kecamatan 17 ini.Hamparan hijau membentang disetiap perjalanan anda,panorama indahnya pohon-pohon besar menghampiri anda jika anda sedang mendaki kesana.Diatas gunung Niut ini juga bisa kita temui bekas-bekas gua peninggalan mungkin peninggalan manusia-manusia purba dahulu.Tumbuhan-tumbuhan liar dan langka juga hadir disetiap jalan pendakian anda.Waktu yang dibutuhkan pendakian biasanya ditempuh dua hari untuk benar-benar sampai kepuncak gunung.
Jika anda berminat dengan wisata alam Niut ini kunjungi saja di Kalimantan Barat,Kabupaten Bengkayang,Kecamatan 17,Desa Pisak,Dusun Dawar Lama.Pendakian Gunung biasa di lakukan pada liburan sekolah dan biasa musim panas serta jika anda ingin mendaki disana bawalah alat-alat dan keperluan yang cukup.Pendakian biasanya dipimpin oleh orang-orang yang sering mendaki kegunung itu atau sebut saja orang-orang setempat.

PP (Pasir Panjang Water Park )

Begitu banyak objek wisata yang di sediakan oleh alam kita umumnya indonesia dan kali ini saya ingin memberikan sedikit informasi mengenai wisata yang tersedia di Kalimantan Barat yaitu Pantai Kijing yang merupakan pantai nan indah, terletak 18 kilometer dari kota Mempawah. Di pantai ini tersedia fasilitas kantin, kolam renang, musholla, wihara, taman dan panggung pertunjukan. Panggung pertunjukan menampilkan berbagai acara hiburan pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Lokasi pantai Kijing dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

berikut photo-photo hasil jempretan saya pribadi, semoga bisa memberikan minat para wisatawan lokal maupun mancanegara :). Tapi sayang juga, objek wisata yang indah begini belum dirawat oleh pemda. Semoga saja pemda setempat lebih bijaksana dalam menangani masalah ini dan bisa lebih memperindah objek wisata ini.
semua-nyata.blogspot.comsemua-nyata.blogspot.comsemua-nyata.blogspot.comsemua-nyata.blogspot.comsemua-nyata.blogspot.comsemua-nyata.blogspot.com
semua-nyata.blogspot.com

Wisatawan Dikalimantan Barat

1. Pulau Simping
Sumber foto disini
Pulau Simping terletak di perairan Pantai Teluk Mak Jantu, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pulau Simping berukuran mini dengan luas hanya 1 hektar. Pulau ini termasuk dalam kawasan wisata Pantai Sinka Park Island. Berdasarkan tulisan yang terdapat di plang sebelum menuju pulau simpang, pulau ini menurut PBB adalah pulau terkecil di dunia.

2. Danau Sentarum
sumber foto disini
Danau Sentarum adalah celengan air raksasa, karena saat musim hujan, ketinggian air di danau ini mencapai 14 meter. Danau yang merupakan danau musiman ini menjadi salah satu bagian dari Taman Nasional Danau Sentarum. Luas keseluruhan kawasan Danau Sentarum 132.000 hektar ditambah dengan 64.000 hektar yang diusulkan sebagai daerah penyangga. Sekitar 20 hektar merupakan danau musiman yang menjadi penutup daerah seluas 30.500 hektar, sisanya tertampung di danau tersebut. Taman Nasional Danau Sentarum berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat. Letaknya kira-kira 700 kilometer dari Pontianak.

3. Bukit Kelam
Sumber foto disini
 Bukit Kelam terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, cagar alam Bukit Sintang Kelam seluas 520 hektar. Cagar alam kubit Kelam Sintang ini mencapai ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 15-40 derajat, menjadikannya tempat yang sempurna untuk paragliding dan panjat tebing. Cagar alam ini juga menyediakan tantangan bagi mereka yang
menyukai hiking dan trekking.
4. Pantai Temajuk

Pantai Temajuk terletak di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Jarak Pantai Temajuk Sekitar 120 kilometer dari Kota Sambas, yang mana kawasan pesisir ini langsung berbatasan dengan Laut Natuna dan Malaysia Timur. Keunikan dari pantai ini, adalah ketika air laut surut menyisakan hamparan pasir yang sangat luas dengan lebar sekitar 100-150 meter. Namun ketika memasuki bulan Oktober - Februari tiupan angin cukup kencang dan tinggi gelombang di pantai ini bisa mencapai 2 meter bahkan lebih. Inilah saat yang tepat untuk melakukan olahraga sky diving atau berselancar bagi mereka yang gemar dan mahir akan olahraga tersebut.

5. Tugu Khatulistiwa
Sumber foto disini
Tugu Khatulistiwa ini berada di jalan Khatulistiwa kecamatan Pontianak Utara dan di bangun pada tahun 1928. Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketikaMatahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

6. Air Terjun Banangar
Sumber foto disini
Air terjun Banangar terletak di Dusun Perbuak Desa Merayuh Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Air terjun Banangar merupakan air terjun terbesar di Kabupaten Landak, yaitu dengan lebar 60 meter dan tinggi 60 meter. Keunikannya: di bawah air terjun terdapat danau kurang lebih 2 Ha terbentuk bulat yang dapat digunakan untuk mandi, berenang dan memancing ikan atau udang.

7. Wisata Nusantara
Sumber foto disini
Wisata Nusantara terletak di desa Penibung Mempawah Hilir Kab Pontianak. Wisata Nusantara Diresmikan oleh bupati Pontianak Bapak Ria Norsan pada 12 Mei 2010. Tempat wisata ini menawarkan berbagai macam permainan yang menarik, Ditambah pemancingan air tawar, permainan kolam air seperti, banperboot, warking water boot dan mini golf. Selain itu, bagi penggemar tantangan yang memacu adrenalin, Wisata Nusantara juga menyediakan playing fox, out bond dengan panjang kurang lebih 90 meter yang dilengkapi enam permainan tali temali.

8. Sumber air panas Sipatn Lotup
Sumber foto disini
Terletak di Desa Jangkang, Kecamatan Balai Sebut, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, sekitar 6 jam perjalanan dari Pontianak. Pemda setempat tampaknya sudah mengemas lokasi air panas yang mempunyai temperatur antara 52 – 55 derajat Celcius tersebut menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Kolam pemandian air hangat dan fasilitas umum penunjang telah dibangun.

9. Istana Muliakarta

Terletak di Desa Muliakarta,Kecamatan Benua Kayong,Kabupaten Ketapang. Dibangun oleh pangeran perdana menteri Haji Muhammad Sabran, Sultan ke-14 kesultanan Tanjungpura yang berkuasa dari tahun 1845 sampai tahun 1924.

10. Pulau Selimpai
Add caption
Pulau Selimpai adalah pulau yang terletak di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Memiliki keindahan Pantai dengan luas Pantai 200 ha. Pulau Selimpai ini jarak tempuhnya sekitar 7 km dari ibukota Kecamatan Paloh dan 80 km dari pusat Ibukota Kabupaten Sambas. Merupakan tempat penakaran penyu untuk di lindungi agar tidak punah.Pulau Selimpai yang ini memiliki Berbagai beberapa Spesies Penyu, menurut catatan Satgas, Pantai Selimpai dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Paloh, ada empat jenis penyu yang ada di Pulau Ini yaitu : Penyu hijau, Penyu sisik, Penyu lekan, dan Penyu belimbing (hanya sesekali pindah)

11. Riam Merasap
sumber foto disini
Riam Merasap terletak di wilayah Kecamatan Tujuh Belas Dusun Sigonde Kabupaten Bengkayang, luas areal Riam ini kurang lebih sekitar 1,5 hektare dengan ketinggian air terjun sekitar 18 meter, jarak tempuh dari kota Bengkayang ke Lokasi Riam Merasap kurang lebih sekitar 45 km dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Riam Merasap ini merupakan rekreasi unggulan yang kerap digunakan oleh umat beragama Katolik untuk beribadah setiap tahunnya menjelang Bulan Rosaria. Dari pusat kota Sambas menuju lokasi air terjun Riam Merasap berjarak 82 Kilometer (KM). Untuk ke lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. "Sementara dari Malaysia untuk menikmati air terjun ini, dari titik nol perbatasan hanya menempuh jarak 10 km,"

Rabu, 09 Oktober 2013


HAMA DAN PENYAKIT PADI

1.Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah)

a)Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah)

1.Hama putih (Nymphula depunctalis)
Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: 
(1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun;
 (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G.

2.Padi trip (Trips oryzae)
Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP.
3.Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta,  berwarna abu-abu;  Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide.
2.Hama di Sawah
a)Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus.  Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.  Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP, Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC.
b)Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis  dan  N. impicticep).
Merusak dengan cara mengisap cairan daun.  Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga, daun tanaman kering dan mati. Tanaman ada yang menjadi kerdil, bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Malai yang dihasilkan kecil.
c)Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian: (1) bertanam serempak, peningkatan kebersihan, mengumpulkan dan memunahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik; (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC, Dharmabas 500 EC, Dharmacin 50 WP, Kiltop 50 EC.
d)Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan
tanaman terganggu.  Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur- telurnya, penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV, Dimilin 25 WP, Larvin 75
WP.

e)Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Dapat menimbulkan kerugian besar. Menyerang batang dan pelepah daun. Gejala: pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati, membakar jerami; (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G, Dharmafur 3G, Furadan 3G, Karphos 25 EC, Opetrofur 3G, Tomafur 3G.
f)Hama tikus (Rattus argentiventer)
Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah.  Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian: pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan, melepas  musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan pestisida dengan tepat, intensif dan teratur, memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. g)Burung (manyar  Palceus manyar, gelatik  Padda aryzyvora, pipit  Lonchura lencogastroides, peking L. puntulata, bondol hitam L. ferraginosa dan bondol putih L. ferramaya). Menyerang padi menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.
3.Penyakit
a)Bercak daun coklat
Penyebab: jamur  Helmintosporium oryzae). Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.  Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas, pemupukan berimbang, menanam padi tahan penyakit ini, menaburkan serbuk air
raksa dan bubuk kapur (2:15); (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP.
b)Blast
Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Serangan menyebabakn daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.  Pengendalian: (1) membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul Sentani, Cimandirim IR 48, IR 36, pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC, Fongorene 50 WP, Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP.
c)Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot,) Penyebab: jamur  Cercospora oryzae.  Gejala: menyerang daun dan pelepah.Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti  Citarum, mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri; (2) menyemprotkan fungisidaBenlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200.
 d)Busuk pelepah daun
Penyebab: jamur Rhizoctonia  sp.  Gejala: menyerang daun dan pelepah daun, gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi.  Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini; (2)
menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.

e)Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. Gejala: menyerang malai dan biji muda, malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat, daun terkulai, akar membusuk, tanaman padi. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam, mencelupkan benih pada larutan merkuri.
f)Penyakit noda/api palsu
Penyebab: jamur  Ustilaginoidea virens.  Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora, dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar.  Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit, menyemprotkan fungisida pada malai sakit.
g)Penyakit kresek/hawar daun
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. Serangan menyebabkan gagal panen. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan; (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex  WP.
h)Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak
Penyebab: bakteri  X. translucens.  Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga
daun seperti terbakar. Pengendalian: menanam varitas unggul, menghindari luka mekanis, pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP.

i)Penyakit kerdil
Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning- kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil. Penyakit ini sangat merugikan. Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor.
j)Penyakit tungro
Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps.  Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang  sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42.
4.Gulma
Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut, menyiangi), jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML, Difenex 7G, DMA 6



Cara membuat pestisida organik
Pestisida organik merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami. Bahan-bahan untuk membuat pestisida organik diambil dari tumbuhan-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Karena dibuat dari bahan-bahan yang terdapat di alam bebas, pestisida jenis ini lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia.
Bila dibandingkan dengan pestisida kimia, pestisida organik mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, lebih ramah terhadap alam, karena sifat material organik mudah terurai menjadi bentuk lain. Sehingga dampak racunnya tidak menetap dalam waktu yang lama di alam bebas. Kedua, residu pestisida organik tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga tanaman yang disemprot lebih aman untuk dikonsumsi. Ketiga, dilihat dari sisi ekonomi penggunaan pestisida organik memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Produk pangan non-pestisida harganya lebih baik dibanding produk konvensional. Selain itu, pembuatan pestisida organik bisa dilakukan sendiri oleh petani sehingga menghemat pengeluaran biaya produksi. Keempat, penggunaan pestisida organik yang diintegrasikan dengan konsep pengendalian hama terpadu tidak akan menyebabkan resistensi pada hama.
Namun ada beberapa kelemahan dari pestisida organik, antara lain kurang praktis. Pestisida organik tidak bisa disimpan dalam jangka lama. Setelah dibuat harus segera diaplikasikan sehingga kita harus membuatnya setiapkali akan melakukan penyemprotan. Selain itu, bahan-bahan pestisida organik lumayan sulit didapatkan dalam jumlah dan kontinuitas yang cukup. Dari sisi efektifitas, hasil penyemprotan pestisida organik tidak secepat pestisida kimia sintetis. Perlu waktu dan frekuensi penyemprotan yang lebih sering untuk membuatnya efektif. Selain itu, pestisida organik relatif tidak tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Namun seiring perkembangan teknologi pertanian organik akan banyak inovasi-inovasi yang ditemukan dalam menanggulangi hambatan itu.
Bahan baku pestisida organik
Bagian tumbuhan yang diambil untuk bahan pestisida organik biasanya mengandung zat aktif dari kelompok metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, fenolik dan zat-zat kimia lainnya. Bahan aktif ini bisa mempengaruhi hama dengan berbagai cara seperti penghalau (repellent), penghambat makan (anti feedant), penghambat pertumbuhan (growth regulator), penarik (attractant) dan sebagai racun mematikan. Sedangkan, pestisida organik yang terbuat dari bagian hewan biasanya berasal dari urin. Beberapa mikroorganisme juga diketahui bisa mengendalikan hama yang bisa dipakai untuk membuat pestisida. Berikut ini beberapa bahan yang sering digunakan untuk membuat pestisida organik:
Jenis Tanaman
Bagian yang digunakan
Hama/Penyakit yang dikendalikan
Adas
Biji
Kutu (beras, sereal, palawija)
Alang-alang
Rimpang
Antraknosa pada buncis
Babandotan
Seluruh tanaman
Nematode pada kentang
Bawang-bawangan
Umbi
Busuk batang pada panili
Bengkoang
Biji
Ulat pada kubis
Brotowali
batang
Lalat buahKutu aphids pada cabe
Cabe
buah
Hama tikus pada tanaman hias
Cengkeh
bunga
Phytopthora pada lada
Daun wangi
Daun
Lalat buah, bactrocera dorsalis
Gadung
Umbi
Tikus/rodentisida
Jahe
Rimpang
Ulat Plutella xylostella pada kubis
Jambu mete
Kulit
Ulat jambu mete
Jambu biji
Daun
Antraknosa
Jarak
Buah dan daun
Namatoda pada nilam dan jahe, Lalat penggerek daun pada tanaman terung-terungan
Jengkol
Buah
Walangsangit pada cabe
Jeruk nipis
Daun
Busuk hitam pada anggrek
Kacang babi
Biji
Ulat pucuk
Kayu manis
Daun
Pestisida organic
Kemangi
Daun
Busuk hitam pada anggrek
Kencur
Rimpang
Phytoptora pada lada
Acubung
Bunga
Kutu, ulat tanah
Kenikir
Bunga
Walangsangit
Kunyit
Rimpang
Phytoptora pada lada
Lada
Biji, daun
Hama gudang, Antraknosa pada cabe
Lengkuas
Rimpang
AntraknosaSemut pada lada
Mimba
DaunBiji
Antraknosa pada buncis dan cabe, Phytoptora pada tembakau, Belatung, Pengisap polong pada kedelai, Hama pengetam pada kelapa
Mindi
Daun
Ulat penggerek
Mahoni
Biji
Kutu daun pada krisanUlat tanah, Walangsangit, wereng coklat
Pacar cina
Daun
Spodoptera litura pada kedelai dan kubis
Pahitan/kipahit
Daun
Serangga Tribolium castaneum
Patah tulang
Daun
Molusca
Pandan
Daun
Walangsangit
Piretrum
Bunga
Hama gudang
Saga
Biji
Hama gudang sitophilus sp
Selasih
Daun
Lalat buah ( dacus correctus)
Sembung
Daun
Keong emas
Sereh
Batang, daun
Herbisida organic
Sirih
DaunAbu
Antraknosa pada cabeTMV pada tembakau, Hama gudang
Srikaya
Biji
Thrips pada sedap malam, Kutu daun pada kedelai, kacang panjang, jagung, kapas, tembakau
Sirsak
Biji, daun
Wereng coklat pada padi
Tembakau
Daun, batang
Ulat grayak pada famili terung-terungan (tomat, cabe, paprika, terung), Walangsangit
Tembelekan
Biji
Ulat grayak Spodoptera litura pada kedelai, Penggerek polong
Tuba
akar
Keong mas, Hama gudang
Macam pestisida organik dan cara membuatnya
Ada berbagai cara atau resep untuk membuat pestisida organik. Hingga saat ini tidak ada standardisasi pembuatan pestisida organik. Resep-resep pestisida organik biasanya didapatkan dari pengalaman para petani, kearifan lokal masyarakat, hasil percobaan para praktisi dan berdasarkan penelitian ilmiah. Berikut ini beberapa cara membuat pestisida organik yang sering digunakan para petani untuk mengendalikan hama dan penyakit.
a. Pengendali serangga penghisap (kepik dan kutu-kutuan)
Siapkan bahan-bahan berikut, daun surian 1 kg, daun tembakau 1kg, daun lagundi 1 kg, daun titonia 1 kg, air kelapa sebanyak 2 liter, gambir 0,5 ons, garam dapur 1 ons dan air panas 500 ml. Kemudian siapkan penumbuk dari batu. Tumbuk daun tembakau, daun surian daun lagundi dan daun titania, aduk hingga rata. Apabila sudah lembut, rendam dalam air kelapa dan aduk-aduk. Kemudian ekstrak campuran tersebut dengan cara diperas dengan kain. Saring kembali hasil perasan dan tambahkan garam lalu kocek larutan. Siapkan cairan gambir dengan cara melarutkan setengah ons gambir dalam 500 ml air panas, lalu saring dengan kain halus. Langkah terakhir campurkan larutan daun-daunan dan larutan gambir. Masukkan dalam botol atau jerigen plastik. Ramuan pestisida organik siap untuk digunakan.
Cara menggunakan pestisida organik ini adalah dengan mengencerkan 500 ml larutan dalam 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Lakukan penyemprotan pada pucuk tanaman terlebih dahulu kemudian permukaan atas dan bawah daun. Frekuensi penyemprotan dianjurkan dua kali seminggu hingga populasi larva atau kutu berkurang dan tidak membahayakan lagi.
b. Pengendali ulat pemakan daun
Siapkan bahan-bahan yang diperlukan antara lain, air kelapa 2 liter, ragi tape 1 butir, bawang putih 4 ons, deterjen 0,5 ons dan kapur tohor 4 ons. Langkah pertama adalah tumbuk bawang putih hingga halus. Kemudian larutkan deterjen kedalam air kelapa dan aduk hingga merata. Setelah itu, masukan hasil tumbukan bawang putih, ragi tape dan kapur tohor. Saring campuran tersebut dengan kain halus. Langkah terakhir, fermentasikan cairan selama 20 hari dalam wadah tertutup. Pestisida organik pengusir ulat daun siap digunakan.
Cara penggunaan, encerkan larutan pestisida organik sebanyak 500 ml dengan 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Frekuensi penggunaan sebanyak 2 kali seminggu, lakukan terus sampai serangan ulat menurun sampai taraf aman.
c. Pengendali penyakit cendawan atau jamur
Siapkan bahan-bahan berikut, daun dakinggang gajah 5 ons, lengkuas 3 ons, jahe 3 ons, bawang putih 3 ons dan ekstrak titonia 3 liter. Tumbuk daun galinggang gajah, kemudian parut jahe dan lengkuas. Siapkan larutan daun titonia dengan cara menumbuk daun titonia hingga halus dan campurkan dengan 3 liter air, kemudian saring dengan kain halus. Setelah itu, masukkan bahan-bahan yang telah ditumbuk dan diparut ke dalam larutan titonia, aduk hingga merata. Saring dan peras campuran tersebut. Pestisida organik pengendali cendawan atau jamur siap digunakan.
Penggunaan, encerkan 500 ml pestisida organik ini dengan 10 liter air, aduk hingga rata dan masukkan kedalam tangki semprotan. Penyemprotan dilakuan pada seluruh bagian tanaman seperti pucuk, daun dan batang. Frekuensi penggunaan yang dianjurkan 2 kali dalam seminggu hingga serangan melemah.
d. Pengendali penyakit yang disebabkan bakteri
Siapkan bahan-bahan berikut, daun sirih satu ikat, kunyit 2 ons, bawang putih 3 ons dan ekstrak daun titonia 3 liter. Tumbuk bahan-bahan tersebut satu per satu atau secara bersamaan. Rendam dalam ekstrak daun titonia selama beberapa menit, kemudian saring dengan kain halus. Pestisida pengusir bakteri siap digunakan. Cara penggunaannya dengan mengencerkan 500 ml larutan dalam 10 liter air. Frekuensi penggunaan 2 kali dalam seminggu.
e. Pengendali serangga penghisap, kepik dan kutu-kutuan dari daun inggu
Siapkan daun inggu 1,5 kg, bunga tahi ayam 1,5 kg, gambir 0,5 ons, air kelapa 3 liter dan air bersih panas 500 ml. Daun inggu dan bunga tahi ayam ditumbuk hingga halus dan rendam dalam air kelapa. Peras dan saring campuran tersebut. Lalu siapkan larutan gambir dengan air panas yang sudah disaring. Camprkan dual larutan tersebut, pestisida organik daun inggu siap digunakan.
Cara penggunaan, 1 liter pestisida organik diencerkan dengan 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Semprot seluruh bagian tanaman, frekuensi penyemprotan seminggu dua kali.
f. Pengendali antraknosa pada tanaman cabe
Siapkan daun galinggang gajah 2,5 ons; daun tembakau 2,5 ons; daun thitonia 2,5 ons; daun lagundi 2,5 ons; garam 1 ons dan gambir 3 buah. Tumbuk halus daun galinggang, tembakau,thitonia dan daun lagun. Kemudian masukan kedalam ember yang berisi 1 liter air bersih, lalu tambahkan garam dan biarkan selama satu malam. Setelah itu saring larutan tersebut dan peras airnya sampai kering. Cairkan tiga buah gambir dengan satu gelas air panas dan campurkan kedalam larutan, aduk hingga merata. Pestisida organik untuk mengendalikan antraknosa yang biasa menyerang tanaman cabe siap digunakan.
Cara menggunakannya, masukkan larutan di atas ke dalam tangki semprot 15 liter. Penuhkan dengan air bersih dan aduk-aduk. Penggunaan pestisida organik ini sebiknya dilakukan sejak tanaman cabe mulai berbuah, semprotkan seminggu sekali. Kemudian amati tanaman, apabila ada buah cabe yang terserang antraknosa segera dipetik dan dibuang keluar lahan. Hendaknya penyemprotan dilakukan pagi atau sore hari. Air semprotan harus berbentuk kabut biar merata dan teknik penyemprotan dilakukan dari bawah ke atas. Pada musim hujan kita bisa menambahkan garam sebanyak 2,5 ons lagi pada larutan.
Berdasarkan pengalaman, pestisida organik ini bisa mengendalikan serangan antraknosa sampai 80 %. Ramuan tidak tahan lama dan masih bisa dipakai selagi aromanya masih khas. Apabila aromanya sudah berubah maka kemampuannya pun sudah menurun. Sebaiknya dibuat setiap kali kita akan memakai.